
Sorowako, BuletinNews.com – Pagi itu, di kawasan tambang Sorowako selalu dimulai dengan suara mesin dan aktivitas yang nyaris tak pernah berhenti. Di tengah deretan alat berat dan aroma oli dari workshop perawatan, seorang perempuan muda pernah memulai langkah kariernya dengan seragam mekanik dan tangan yang akrab dengan pekerjaan teknis.
Jauh sebelum dikenal sebagai Treasury Analyst di PT Vale Indonesia, Jenny adalah bagian dari tim mekanik di Departemen Mining, Mobile Equipment Maintenance. Lulusan Program Pelatihan Industri (PPI) 2006–2008 itu menghabiskan hari-harinya di area workshop, membongkar komponen alat berat, memperbaiki sistem hidrolik, hingga memastikan kendaraan operasional tambang tetap bekerja optimal.
Dunia yang ia geluti saat itu bukan ruang kerja berpendingin udara atau meja penuh dokumen keuangan. Jenny tumbuh di lingkungan kerja yang menuntut ketelitian tinggi, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi tekanan pekerjaan lapangan.
Ia pernah menangani berbagai pekerjaan teknis yang membutuhkan keterampilan detail, mulai dari membongkar control valve, melakukan re-seal pompa dan silinder, hingga memperbaiki kendaraan ringan dan alat berat operasional tambang. Dari ruang workshop itulah mental kerja Jenny ditempa.
Tahun 2016 menjadi salah satu titik penting dalam hidupnya. Saat sebagian orang memilih bertahan di zona nyaman, Jenny justru mengambil langkah yang tidak biasa. Ia mengikuti internal recruitment ke Department Finance untuk posisi Treasury Analyst bidang yang sama sekali berbeda dari pengalaman kerjanya sebelumnya.
Perpindahan dari dunia mekanik ke pengelolaan keuangan perusahaan tentu bukan proses yang mudah. Jenny harus berhadapan dengan istilah baru, sistem administrasi yang kompleks, hingga tanggung jawab pengelolaan pembayaran perusahaan yang menuntut akurasi tinggi.
Ia mempelajari proses treasury, administrasi shipment, hingga mekanisme pembayaran perusahaan dari awal. Di tengah proses adaptasi itu, dukungan tim kerja dan mentor menjadi salah satu penopang penting yang membantunya bertahan dan berkembang.
Perlahan, perempuan yang dulu terbiasa memegang peralatan mekanik itu mulai akrab dengan laporan pembayaran, administrasi pengiriman produk nikel, hingga sistem keuangan perusahaan.
Kini Jenny dipercaya menangani berbagai proses pembayaran internal perusahaan, mulai dari employee expenses, cash advance, OMT dan allowance, administrasi shipment produk nikel, hingga pembayaran royalti kepada negara.
Di balik tanggung jawab tersebut, Jenny percaya perjalanan karier tidak pernah dibatasi oleh latar belakang pendidikan maupun jenis pekerjaan awal seseorang. Baginya, kemauan belajar dan keberanian mencoba hal baru menjadi modal paling penting untuk berkembang.
“Batas karier tidak ditentukan oleh latar belakang, melainkan keberanian untuk terus maju dan berkembang,” ujar Jenny.
Kisah Jenny Adar menjadi gambaran tentang perubahan wajah industri tambang yang semakin terbuka bagi perempuan. Di sektor yang selama ini identik dengan pekerjaan teknis dan dominasi laki-laki, perempuan kini tidak hanya hadir di lapangan, tetapi juga mengambil peran strategis dalam berbagai lini perusahaan.
Dari workshop tambang di Sorowako hingga ruang treasury perusahaan, perjalanan Jenny menunjukkan bahwa kesempatan berkembang selalu terbuka bagi mereka yang berani belajar dan melangkah melampaui batas yang selama ini dianggap mustahil.






Komentar