
Kolut, BuletinNews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendorong Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara memperkuat upaya mitigasi gempa bumi melalui peningkatan edukasi, penyempurnaan sistem kesiapsiagaan, serta penguatan kapasitas masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Rekomendasi tersebut disampaikan usai pelaksanaan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) Tahun 2026 yang digelar BMKG melalui Stasiun Geofisika Kendari di salah satu hotel di Lasusua, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan yang diikuti 64 peserta dari unsur BPBD, perangkat daerah, aparat, sekolah, media, dan masyarakat itu tidak hanya memberikan pemahaman mengenai potensi gempa bumi, tetapi juga menghasilkan sejumlah rekomendasi sebagai acuan membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Dr. Teguh Rahayu, S.Kom., M.M., mengatakan Kabupaten Kolaka Utara berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan sehingga langkah mitigasi harus dilakukan secara menyeluruh.
“Kalau kita melihat peta sebaran sesarnya, ada sekitar 13 sesar yang memiliki potensi dan kekuatan magnitudo yang berbeda-beda. Artinya, semuanya harus diwaspadai sehingga kita tidak bisa menentukan prioritas hanya pada wilayah tertentu. Mitigasi harus menjadi satu kesatuan,” ujarnya.
Menurut Teguh, pengalaman gempa pada 2025 menunjukkan bahwa guncangan dapat dirasakan hingga wilayah yang jauh dari pusat gempa. Karena itu, masyarakat perlu dibekali pemahaman mengenai langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan konstruksi bangunan tahan gempa, khususnya di wilayah Sulawesi yang memiliki aktivitas seismik cukup tinggi.
Sebagai tindak lanjut pelaksanaan SLG, BMKG merekomendasikan Kelurahan Lasusua dan Desa Patowonua melengkapi indikator masyarakat siaga bencana. Rekomendasi tersebut meliputi penyusunan peta skenario tingkat guncangan gempa, pembaruan data penduduk di kawasan rawan, perbaikan rambu dan jalur evakuasi, inventarisasi sumber daya desa, pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi, pelaksanaan simulasi gempa secara berkala, hingga penyusunan dokumen rencana kedaruratan.
Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nurrahman Umar, mengapresiasi BMKG yang telah memilih daerahnya sebagai lokasi pelaksanaan Sekolah Lapang Gempa Bumi.
“Kita tidak bisa menghindari bencana alam, tetapi kita bisa mengurangi risikonya melalui pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kolaborasi. Saya berharap seluruh peserta menjadi penyambung informasi agar budaya sadar bencana semakin tumbuh di Kabupaten Kolaka Utara,” katanya.
Anggota Komisi V DPR RI, H. Ahmad Safei, menegaskan pentingnya masyarakat memahami informasi peringatan dini yang disampaikan BMKG agar dampak bencana, terutama korban jiwa, dapat diminimalkan.
Sementara itu, Plt. Kepala BPBD Kabupaten Kolaka Utara, A. Agus Zakaria, SE., M.AP, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti seluruh rekomendasi BMKG melalui penguatan program mitigasi bencana, peningkatan edukasi masyarakat, koordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan, serta pelaksanaan simulasi secara berkala.








