
Kendari, BuletinNews.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Kendari melaporkan sebanyak 22 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Sulawesi Tenggara selama periode 17 hingga 23 April 2026.
Berdasarkan rilis resmi, aktivitas gempa tersebut tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Kota Kendari, Konawe Selatan, Kolaka Timur, Kolaka, Kota Baubau, Wakatobi, Konawe, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, hingga Muna. Dari total kejadian tersebut, dua gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
BMKG menyebutkan, gempa yang dirasakan terjadi di wilayah Kota Kendari pada 17 April 2026 dengan tingkat intensitas II hingga III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh sebagian orang di dalam rumah dan terasa seperti ada getaran ringan.
Meski demikian, hingga laporan ini dirilis, tidak terdapat laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa-gempa tersebut. BMKG juga memastikan bahwa sebagian besar gempa yang terjadi merupakan gempa berkekuatan kecil hingga menengah yang umum terjadi di wilayah aktif tektonik seperti Sulawesi Tenggara.
Pihak BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG.










Komentar