
Kolaka, BuletinNews.com – Kelompok Budidaya Teripang Mattirowalie di Desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, kembali memanen teripang untuk kedua kalinya dengan hasil sekitar 12 ribu ekor, Sabtu (12/9/2026). Jumlah tersebut meningkat dibandingkan panen perdana yang mencapai sekitar 9 ribu ekor, dalam program pemberdayaan masyarakat pesisir yang mendapat dukungan PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Nikel Kolaka dan pendampingan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO).
Kolaka Region, CSR & External Relations Sub Division PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Nikel Kolaka, Muhammad Rusdan, mengatakan peningkatan hasil panen tersebut tidak terlepas dari pendampingan teknis UHO dan kesungguhan kelompok masyarakat dalam mengembangkan budidaya teripang.
Ia berharap produksi teripang terus meningkat sehingga manfaat ekonomi bagi masyarakat juga semakin besar.
Menurut Rusdan, ANTAM juga mendorong agar budidaya teripang dapat menghidupkan kembali identitas Desa Tambea sebagai salah satu sentra teripang.
“Kami berharap kerja sama semua pihak untuk mengembalikan citra Desa Tambea sebagai pusat teripang. Ke depan, kami juga berharap Tambea bisa menjadi desa wisata yang mengintegrasikan potensi lokal seperti teripang dan wisata pantai,” tuturnya.
Ketua Kelompok Budidaya Teripang Mattirowalie, Muh. Pahri, mengatakan panen kedua merupakan bagian dari pengembangan budidaya yang telah dilakukan kelompoknya melalui program yang didukung ANTAM.
Selain sarana dan prasarana, kelompok mendapatkan pendampingan teknis dari UHO, terutama terkait tata cara budidaya teripang.
Pahri mengatakan salah satu dukungan penting dari ANTAM adalah pembangunan hatchery atau fasilitas pembenihan teripang, termasuk penyediaan sejumlah peralatan seperti pipa dan selang.
“Nilai bantuannya itu ratusan juta. Jadi kami sangat terbantu dengan bantuan fasilitas tersebut karena kami sulit untuk membeli sendiri peralatan tersebut. Olehnya itu kami menyampaikan terima kasih kepada Antam yang telah banyak membantu kami,” katanya.
Menurut Pahri, panen pertama menghasilkan sekitar 9 ribu ekor dengan nilai penjualan lebih dari Rp600 juta. Sementara dalam dua hari pelaksanaan panen kedua, jumlah teripang yang dipanen telah mencapai sekitar 12 ribu ekor.
“Jadi hasil yang kami peroleh dari panen kedua ini lebih banyak daripada panen pertama,” ungkapnya.


