
Peningkatan hasil tersebut dinilai memberikan dampak langsung bagi anggota kelompok. Pendapatan dari budidaya teripang membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak.
Program budidaya teripang tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kolaka.
Perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Kolaka, Musdar, menyampaikan terima kasih kepada ANTAM yang telah memfasilitasi kebutuhan kelompok nelayan serta kepada UHO yang memberikan pendampingan dalam pengembangan budidaya teripang.
“Kami berharap program ini dapat terus berjalan dan kami juga berharap agar kelompok nelayan yang lainnya yang ada di Kabupaten Kolaka ini bisa juga mendapatkan bantuan program seperti ini,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Kecamatan Pomalaa melalui Kepala Seksi PMD, Laode Ndikode.
Ia mengatakan Desa Tambea memiliki sejarah panjang sebagai salah satu ikon budidaya teripang di Sulawesi Tenggara. Desa tersebut bahkan pernah mewakili Sulawesi Tenggara dalam ajang budidaya teripang tingkat nasional dan memperoleh hasil positif.
Namun, aktivitas budidaya teripang di Tambea kemudian mengalami pasang surut.
“Alhamdulillah, belakangan ini Antam telah berupaya mengembalikan kejayaan Desa Tambea sebagai sentra budidaya teripang melalui kegiatan ini,” katanya.
Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan dikembangkan ke wilayah pesisir lainnya, khususnya di Kecamatan Pomalaa.


