
Kolaka, BuletinNews.com – Peristiwa kehilangan sepatu dialami seorang siswa kelas 4 di SDN 1 Sabilambo, Kabupaten Kolaka, Kamis (25/2/2026). Kejadian tersebut menimpa Rafa saat menjalani aktivitas belajar seperti biasa.
Pagi itu, Rafa tetap berangkat ke sekolah meski dalam kondisi berpuasa. Namun, saat jam pulang sekolah, ia terlihat murung ketika dijemput kakaknya.
“Saat itu dari kejauhan saya melihat adik saya sedang mencari sesuatu. Setelah saya dekati, ternyata sepatunya hilang. Kami sudah mencari hampir di setiap sudut sekolah, tapi tidak ditemukan,” ujar kakak Rafa.
Menurut Rafa, setiap hari para siswa diwajibkan membuka sepatu sebelum masuk kelas dan menyimpannya di tempat yang telah disediakan di luar ruangan. Aturan tersebut sudah menjadi kebiasaan di sekolah.
Namun, saat hendak pulang dan keluar kelas, Rafa terkejut karena sepatu yang diletakkan di tempat biasa sudah tidak ada. Ia mengaku menjadi siswa terakhir yang keluar kelas dan bertugas mengunci pintu.
“Saya pikir mungkin ada teman yang iseng menyembunyikan. Saya sudah keliling sekitar 15 menit mencari di sudut-sudut sekolah, tapi tidak ketemu. Akhirnya saya lapor ke Pak Adnan,” jelas Rafa.
Kepada guru bernama Adnan, Rafa menyampaikan kronologi kehilangan tersebut. Ia mengaku tetap mengikuti aturan sekolah dengan menyimpan sepatu di luar kelas karena tidak diperbolehkan memakainya di dalam ruangan.
“Saya ditanya kenapa bisa hilang. Saya jawab, saya simpan di tempat biasa di luar kelas,” katanya.
Rafa akhirnya pulang dengan berjalan kaki tanpa alas karena sepatu yang digunakannya tidak ditemukan hingga waktu pulang sekolah.
Mengetahui kejadian tersebut, ibu Rafa yang akrab disapa Cie mengaku kaget dan menyayangkan insiden itu terjadi di lingkungan sekolah, terlebih di bulan Ramadan.
“Saya sudah kirim pesan di grup kelas. Ibu guru Ani membalas, besok akan ditanyakan ke anak-anak siapa yang menyembunyikan sepatu Rafa,” ujarnya.
Ia berharap pihak sekolah dapat bertanggung jawab atas kejadian tersebut, mengingat aturan melepas sepatu di luar kelas merupakan kebijakan sekolah.






Komentar