
Makassar, BuletinNews.com – Keselamatan bukan sekadar prosedur di atas kertas, melainkan budaya yang hidup dalam setiap aktivitas dan pengambilan keputusan. Pesan itu mengemuka dalam peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Pertambangan 2026 yang digelar di Provinsi Sulawesi Selatan.
PT Vale Indonesia turut ambil bagian dalam momentum tersebut melalui kegiatan bertajuk “ANTI MAGER” (Anti Malas Gerak) berupa gerak jalan santai bersama Gubernur Sulawesi Selatan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta ribuan masyarakat Kota Makassar, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga wadah kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya budaya keselamatan, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Head of External Regional & Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma, menegaskan bahwa partisipasi perusahaan dalam Bulan K3 merupakan komitmen berkelanjutan yang rutin dilakukan setiap tahun, baik di tingkat provinsi maupun di wilayah operasional seperti Kabupaten Luwu Timur dan daerah lainnya.
“Alhamdulillah setiap tahunnya kami berkontribusi dalam peringatan Bulan K3, baik di Provinsi Sulawesi Selatan maupun di Kabupaten Luwu Timur dan area operasi lainnya. Tahun ini kami mengadakan kegiatan ‘Anti Mager’, gerak jalan santai bersama Pak Gubernur, Forkopimda, dan masyarakat Sulawesi Selatan,” ujar Endra.
Menurutnya, keterlibatan PT Vale dalam peringatan Bulan K3 tidak terlepas dari nilai inti perusahaan yang terangkum dalam prinsip CARES, khususnya compassion atau kepedulian. Kepedulian tersebut mencakup keselamatan pekerja, masyarakat, hingga lingkungan sekitar.
“Kami ingin menumbuhkan safety maturity. Safety itu bukan hanya sekadar SOP, tetapi menjadi gaya hidup. Bukan hanya saat bekerja, tetapi juga ketika kita beraktivitas atau bepergian,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa transformasi budaya keselamatan tidak cukup hanya dengan regulasi dan prosedur teknis, melainkan harus tumbuh sebagai kesadaran personal dan kolektif.

Kehadiran Gubernur Sulawesi Selatan bersama jajaran Forkopimda dalam kegiatan ini memperlihatkan sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendorong implementasi K3 secara lebih luas. Gerak jalan santai menjadi simbol gerakan bersama, bahwa keselamatan adalah tanggung jawab semua pihak.
Tema “ANTI MAGER” sendiri dimaknai sebagai ajakan untuk aktif bergerak, menjaga kesehatan, dan meningkatkan kewaspadaan. Dalam konteks K3, gerakan ini menjadi representasi bahwa keselamatan dimulai dari kesadaran diri untuk peduli dan tidak abai terhadap risiko.
Tidak hanya fokus pada aspek keselamatan, kegiatan ini juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Makassar dan sekitarnya dilibatkan untuk meramaikan acara.
“Perayaan Bulan K3 tahun 2026 ini juga melibatkan UMKM, khususnya dari Makassar dan sekitarnya. Alhamdulillah banyak sekali yang ikut. UMKM adalah tulang punggung ekonomi negara, sehingga perlu kita dukung,” kata Endra.
Partisipasi UMKM tidak hanya menghadirkan warna dalam kegiatan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan. Bahkan, hadiah utama berupa paket umrah dalam rangkaian perayaan Bulan K3 tersebut berhasil dimenangkan oleh pelaku UMKM yang terlibat.
Momentum ini menjadi bukti bahwa kampanye keselamatan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Peringatan Bulan K3 Nasional Pertambangan 2026 di Sulawesi Selatan menjadi refleksi bahwa keselamatan kerja tidak berdiri sendiri. Ia terhubung erat dengan kesehatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan lingkungan. Bagi PT Vale, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun budaya keselamatan yang matang dan inklusif.











Komentar