
Sorowako, BuletinNews.com – Di balik seragam kuning terang yang mencolok, tersimpan kisah keberanian dan dedikasi tanpa henti. Dialah Suryadi Sirwan Muis, atau akrab disapa Uya, sosok di balik tim Fire Emergency Services (FES) yang menjadi garda terdepan dalam setiap operasi penyelamatan di kawasan operasional PT Vale Indonesia.
Bagi Uya, pekerjaan ini bukan sekadar profesi. Setiap sirene yang berbunyi adalah panggilan kemanusiaan, tanda bahwa ada nyawa yang harus diselamatkan, risiko yang harus dihadapi, dan keputusan cepat yang harus diambil.
Karier Uya tidak dibangun dalam semalam. Ia memulai langkahnya pada 2015 sebagai peserta magang di tim FES PT Vale Indonesia. Setahun kemudian, ia resmi bergabung sebagai Fire and Rescue Crew, lalu naik menjadi Firefighter pada 2019. Berkat dedikasi dan konsistensinya, Uya dipercaya menjadi Senior Firefighter sejak 2022 hingga sekarang.
Perjalanan ini menjadi bukti bahwa profesionalisme lahir dari proses panjang, latihan disiplin, serta keberanian menghadapi tantangan di lapangan.
Tugas tim FES jauh melampaui pemadaman kebakaran. Uya dan timnya terlibat dalam berbagai operasi penyelamatan, mulai dari evakuasi korban kecelakaan, penanganan bencana, hingga respons cepat dalam kondisi darurat berisiko tinggi.
Mereka juga aktif melakukan edukasi preventif kepada masyarakat dan pekerja, khususnya dalam pencegahan kebakaran dan peningkatan kesadaran keselamatan.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Sebelum operasi, pastikan kesiapan diri, pahami potensi bahaya, serta periksa kelayakan peralatan,” ujar Uya dalam salah satu kesempatan.
Salah satu momen paling menantang dalam kariernya terjadi pada 17 Januari 2026, saat tim terlibat dalam operasi evakuasi pesawat ATR 42 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung. Dalam kondisi medan terjal dan cuaca ekstrem, Uya bersama tim tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Dedikasi dan keberanian menjadi kunci utama dalam setiap langkah penyelamatan yang dilakukan.
Julukan “ranger kuning” bukan sekadar simbol seragam. Ia merepresentasikan kesiapsiagaan, keberanian, dan komitmen untuk selalu hadir di saat paling genting.
Bagi Uya, setiap tindakan sekecil apa pun dalam prosedur keselamatan bisa menjadi penentu antara hidup dan mati. Filosofi inilah yang terus ia pegang dalam menjalankan tugasnya.
Di tengah berbagai risiko, satu hal tetap menjadi pegangan bahwa setiap nyawa yang terselamatkan adalah hasil dari kerja tim, disiplin, dan keberanian yang tidak pernah padam.









Komentar