Juara di Ajang KRESNA, Siswa MAN 1 Kudus Raih Medali Perunggu

Kudus, BuletinNews.com – Dua tim riset Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kudus meraih medali perunggu di ajang KRESNA 2023. Ajang ini diselenggarakan oleh Nanoedu dan Nano Center Indonesia.

20240310_0703451903232499769021939.jpg
20240310_0703451903232499769021939.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg

MAN 1 Kudus mengirim dua tim riset yang berbeda. Pertama, terdiri atas Septriasa Vellya Putri dan Najida Fitriyana Labiba, fokus pada bidang MST (Matematika, Sains, dan Teknologi). Kedua, terdiri atas Riza Dwi Maylina dan Zahratul Wahidiyah, fokus pada bidang ISH (Ilmu Sosial dan Humaniora).

KRESNA 2023 merupakan lomba karya tulis ilmiah nasional tingkat SMP dan SMA/Sederajat. Semua kegiatan dalam KRESNA 2023 dilaksanakan secara online, termasuk seleksi proposal tingkat kabupaten, seleksi presentasi video tingkat provinsi, dan seleksi babak final laporan dan presentasi. Serangkaian acara berlangsung dari Desember 2022 hingga Juli 2023.

“Babak final dilaksanakan pada Kamis, 6 Juli 2023, dan hasilnya diumumkan pada 12 Juli 2023 melalui sesi Zoom dan diunggah di akun Instagram @kresna.id,” kata Septriasa di Kudus, Sabtu (15/7/2023).

Tim riset Maylina dan Zahwa menampilkan penelitian dengan judul “Joglo Pencu Kudus: Sejarah, Akulturasi, dan Pelestarian Rumah Adat Kudus Sebagai Perwujudan Budaya Pesisir Jawa”. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan, mulai April hingga Juni 2023.

“Mereka melakukan penelitian di berbagai tempat, termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus, Museum Kretek Kudus, Yayasan Makam Masjid Menara Sunan Kudus, serta Desa Langgardalem Kudus,” ungkap Maylina.

Maylina menjelaskan bahwa judul penelitian mereka dipilih berdasarkan pengamatan bahwa keadaan Rumah Adat Joglo Pencu di Kudus saat ini memprihatinkan. Banyak anak muda di Kudus yang tidak memiliki pemahaman yang mendalam tentang Rumah Adat Joglo Pencu Kudus. Oleh karena itu, mereka memilih judul tersebut agar masyarakat Kudus dapat lebih meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian rumah adat yang semakin tergerus oleh zaman.

Sementara itu, tim riset Septriasa Vellya Putri dan Najida Fitriyana Labiba mempresentasikan penelitian mereka dengan judul “Potensi Skrining Bakteri Selulotik dari Bonggol Jagung (Zea Mays) sebagai Agen Antifungi Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum)”.

Menurut mereka, penelitian ini sangat menarik dan bermanfaat, terutama bagi petani yang mengelola tanaman cabai merah. Penelitian ini juga memiliki potensi keuntungan yang tinggi karena dapat mengurangi penggunaan fungisida kimia yang berdampak pada organisme di sekitarnya dan menyebabkan pencemaran berlebihan.

Yazidan Rizkayanti dan Vita Pujia Astuti, selaku Guru Pembimbing, berharap penelitian yang dilakukan oleh para siswa dapat didaftarkan sebagai hak paten. Dengan hak paten, karya-karya siswa tersebut akan terlindungi.

Taufik, Kepala MAN 1 Kudus, mengucapkan syukur dan mengapresiasi pencapaian prestasi tingkat nasional ini. Dia berharap prestasi ini dapat meningkatkan motivasi seluruh siswa untuk terus berprestasi baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. (Ahmed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *