
Kendari, BuletinNews.com – Banjir yang melanda Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, akibat hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat (8/5/2026), merendam sedikitnya 153 unit rumah warga di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir terjadi sekitar pukul 14.15 WITA dengan tinggi muka air mencapai satu meter. Sedikitnya 178 kepala keluarga atau 317 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut.
Selain permukiman warga, banjir juga merendam satu fasilitas ibadah dan dua fasilitas pendidikan di wilayah terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian. Tim gabungan diterjunkan untuk melakukan kaji cepat, pemantauan kondisi banjir, evakuasi warga terdampak, hingga distribusi air bersih bagi masyarakat.
“BPBD masih bersiaga mengantisipasi potensi banjir susulan apabila curah hujan kembali meningkat,” demikian disampaikan BNPB dalam laporan resminya.
Hingga Minggu (10/5/2026), kondisi banjir di sejumlah titik di Kota Kendari dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, warga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Selain di Kendari, bencana banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Luapan Sungai Balo-Balo merendam permukiman dan lahan pertanian di Desa Balo-Balo, Kecamatan Wotu, pada Jumat (8/5/2026).
BPBD mencatat sedikitnya enam kepala keluarga terdampak. Banjir juga merendam sekitar 80 hektare sawah, 10 hektare kebun sawit, serta 10 hektare tambak milik warga.











Komentar