Workshop Pendalaman Kalosara Resmi Ditutup, Pj Wali Kota Minta Budaya Tolaki Dilestarikan

Kendari, BuletinNews.com – Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu menutup workshop Pendalaman Kalosara dan prosesi pernikahan adat pada masyarakat tolaki di Kota Kendari. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Samaturu Kantor Balai Kota Kendari, Rabu (15/3/2023).

20240310_0703451903232499769021939.jpg
20240310_0703451903232499769021939.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg

Penutupan diawali dengan prosesi penerimaan adat dengan maksud permohonan izin pada pemerintah dan ketua ada bahwa pelaksanaan acara akan dimulai.

Proses adat dilakukan dengan penjelasan tokoh adat untuk memberikan pemahaman pada peserta dan hadirin.

Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu memberikan apresiasi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang telah melaksanakan kegiatan ini.

Asmawa menjelaskan, kegiatan ini digelar untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, motivasi dan kompetensi masyarakat, pelaku budaya dan pelaku seni tentang apa itu kalo sarah dan bagaimana proses pernikahan adat masyarakat Tolaki.

” Bagaimana tata cara membawakan adat itu maka itu harus diikuti sehingga memang harus dipelajari karena segala sesuatu itu kalau kita mau belajar pasti bisa Insya Allah saya pun sebenarnya ya mau tidak mau bukan terpaksa tapi karena jabatan yang harus belajar bagaimana cara menerima adat itu,” ungkap Asmawa.

Menurutnya, camat dan lurah minimal harus mengetahui tatacaranya termasuk mengetahui apa yang harus dibahasakan agar tidak salah bicara pada saat penerimaan adat.

Dia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan pemerintah kota dalam memajukan kebudayaan sesuai dengan yang diamanahkan undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan.

“Pendalaman atau pengalaman Kalosara dan prosesi adat pernikahan pada suku Tolaki ini sangat penting, kaitannya dengan pembangunan daerah melalui kebudayaan, karena perubahan pola hidup masyarakat yang lebih modern pada hari ini akan memiliki kecenderungan memilih kebudayaan baru yang dinilai lebih praktis,” tambahnya.

Pj wali kota mengakui, saat ini, budaya suku Tolaki sedikit dilupakan karena kurangnya generasi penerus yang memiliki minat untuk belajar dan mewarisi kebudayaannya sendiri. Sehingga dia memerintahkan Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan untuk kembali memperkenalkan budaya ini.

Usai ditutup para kepala OPD melakukan praktek langsung berdasarkan pembagian tugas masing-masing dan disaksikan Pj Wali Kota Kendari, Ketua DPD LAT Sulawesi Tenggara dan Ketua LAT Kota Kendari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *