Polri Gelakkan 3500 Personel Pengamanan Laga Indonesia VS Vietnam di Stadion GBK

Jakarta, BuletinNews.com – Polri mengizinkan sebanyak 50 ribu supporter menonton pertandingan Piala AFF 2022 antara Indonesia melawan Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (6/1/2023), pukul 16.30 WIB.

Sebelumnya, Polri hanya penonton dibatasi tidak sampai mencapai 50 ribu orang. Hal itu demi menjaga keamanan dalam pertandingan.

20240310_0703451903232499769021939.jpg
20240310_0703451903232499769021939.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg

“Kita terus mengikuti perkembangan pertandingan dan perilaku penonton, serta penilaian resiko, maka pertandingan nanti sore di GBK dapat ditonton 50.000 penonton,” ungkap Asisten Kapolri bidang Operasi, Irjen Agung Setya Imam Effendi dalam keterangannya, Jumat (6/1/2023).

Polri mengajak para penonton menikmati jalannya pertandingan, tertib mematuhi aturan, tidak melakukan provokasi dan tidak membawa senjata tajam atau barang lain yang membahayakan.

“Mari kita nonton bola dengan nyaman. Ajak teman-teman duduk sesuai dengan nomor kursi di karcis, tidak membawa barang yang tidak diperlukan di stadion seperti senjata tajam, kembang api, miras, dan barang lain yang dilarang,” tegas Agung.

Untuk pengamanan, Agung mengungkapkan telah disiapkan 3.500 personel dan 500 steward. Sebelum laga dimulai, petugas gabungan juga turut melakukan persiapan terkait peralatan yang diperlukan.

Menurut dia, sistem dan metode penanganan setiap tahapan gangguan, dilakukan uji coba. Hal itu untuk memastikan tidak ada gangguan sebelum, selama, dan sesudah pertandingan.

Selain itu, Agung menyatakan, berdasarkan hasil evaluasi pengamanan pertandingan sebelumnya, pengelola SUGBK mendapat rekomendasi untuk memperbaiki penomoran tempat duduk penonton di tribun.

Penyelenggara juga diminta memperbaiki scan barcode atau pencantuman nomor tempat duduk guna menjamin ketertiban penonton di dalam stadion.

Kemudian, penyelenggara harus memastikan jumlah karcis yang dijual sesuai dengan kapasitas stadion. Itu dilakukan atas mempertimbangkan penilaian risiko keselamatan dan keamanan penonton, pemain, dan official kedua tim nasional.