oleh

Sejumlah LSM di Kolaka Laporkan Dugaan Penambangan Pasir Ilegal di Desa Ulu Lapao-Pao

Kolaka, BuletinNews.com – Sejumlah LSM di Kolaka yang tergabung dalam Koalisi Kolaka Kontrol (K3) melaporkan dugaan penambangan pasir ilegal di Desa Ulu Lapao-Pao, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, di Polres Kolaka, Jum’at (1/4/22).

Gambungan LSM dan Ormas terdiri dari LSM Gaki, LSM WRI, LSM Kibar, Ormas LAKI dan Ormas Pekat IB. Mereka mendatangi Mapolres Kolaka dan telah melaporkan dugaan Tambang C tersebut yang buktikan dengan tanda terima laporan  Nomor: STPL/13/IV/2022/Reskrim.

Selain melaporkan, puluhan massa Koalisi Kolaka Kontrol juga melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kolaka. Mereka mendesak DPRD segera memanggil pemilik tambang pasir dan instansi terkait dengan Penambangan tersebut untuk dilakukan RDP.

Dalam Orasinya Ketua LSM Gaki, Haeruddin menduga Abdul Aziz warga Desa Ulu Lapaopao, Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka, melakukan aktivitas penambangan pasir atau tambang C yang tidak disertai dokumen-dokumen resmi dari pihak berwenang. Hal itu terkesan adanya pembiaran dari pemerintah daerah.

Lanjut Haerudin yang akrab disapa Dudi menyampaikan, bahwa dugaan Penambangan pasir ilegal tersebut dilakukan sejak tahun 2018 hingga saat ini.

“Seenaknya saudara Abdul Aziz melakukan pengerukan sungai di Desa Ulu Lapao-pao Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka dan mengambil keuntungan pribadi hingga merugitan negara dan dampak negatif khususnya kepada masyarakat setempat hingga lingkungan setempat,” teriak Dudi

Menurutnya, aktivitas dugaan penambangan ilegal telah melibatkan beberapa buruh serta menggunakan kendaraan jenis truck, mesin generator lengkap dengan instalasi pipa.”Kami meminta agar aktivitas dugaan Tambang pasir Ilegal tersebut segera dihentikan dan ditutup untuk mencegah terjadinya dampak negatif pada masyarakat dan lingkungan yang kemungkinan bisa terjadi,” tuturnya.

Tak lama berorasi, mereka diterima oleh salah satu anggota DPRD dari komisi IIl, Musdalim Zakkir. Anggota DPRD tersebut berjanji akan segera melaporkan tuntutan-tuntutan para pendemo kepada ketua Komisi III dan Ketua DPRD Kolaka untuk segera melakukan RDP dan paling lambat ninggu depan dan akan memanggil istansi-istansi terkait sesuai permintaan para ujuk rasa.

Reporter: Awal Fajrin



Komentar

Tinggalkan Balasan