PT Vale Beri Layanan Trauma Healing Bagi Anak-anak Korban Bencana Banjir di Luwu

Luwu, BuletinNews.com – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) memberikan layanan trauma healing untuk anak-anak korban bencana banjir dan tanah longsor, di Kelurahan Lindajang, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (12/05/2024).

20240426_2259126891902356182727740.jpg
20240426_2259126891902356182727740.jpg
20240426_2259126891902356182727740.jpg
20240426_2259126891902356182727740.jpg

Layanan trauma healing dilakukan sebagai upaya mengembalikan kondisi mental anak-anak korban bencana agar tidak mengalami trauma. Layanan trauma healing dihadirkan berkolaborasi bersama Polres Palopo, mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar.

Trauma healing diisi dengan beberapa kegiatan yang diharapkan dapat menghibur anak-anak korban banjir seperti bernyanyi, menggambar, mewarnai, bermain estafet sarung, hingga lomba lari kelereng berhadiah.

Saat tim PT Vale memberikan trauma healing, anak-anak korban bencana Luwu sangat antusias mengikuti lomba yang dilaksanakan. Bahkan, ibu-ibu turut andil dalam kegiatan tersebut. Pada kesempatan itu, PT Vale memberikan paket makanan sehat untuk ibu hamil dan balita seperti susu, biskuit, abon, vitamin dan makanan sehat lainnya.

Sekretaris Lurah Lindajang Andi Syahrir mengucapkan terima kasih kepada PT Vale yang terus memberikan bantuan kepada para korban, mulai dari bantuan logistik hingga memberikan trauma healing.

“Terima kasih atas kedatangan dari Bapak dan Ibu PT Vale Indonesia, Polres Palopo, dan juga adik-adik mahasiswa. Semoga bermanfaat bagi anak-anak kita,” ujar Sekretaris Lurah Lindajang.

Director External Relations PT Vale Indonesia, Endra Kusuma mengatakan, trauma healing menjadi bagian dari upaya kecil Perseroan untuk menjaga optimisme para generasi masa depan setelah bencana. Karena tujuan utama untuk mengembalikan semangat dan keceriaan mereka pascabencana.

“Kami berharap kehadiran kami ini bisa berdampak positif terhadap mental anak-anak kita pasca bencana ini, khususnya anak-anak perempuan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *