Percepatan Penurunan Stunting, Pemkab Kolut Gelar Pertemuan Desiminasi dan RTL

Kolut, BuletinNews.com – Kabupaten Kolaka Utara menyuarakan komitmennya dalam memerangi stunting dengan semangat. Dalam acara Pembukaan Pertemuan Desiminasi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) tingkat Kabupaten Kolaka Utara tahun 2023.

20240310_0703451903232499769021939.jpg
20240310_0703451903232499769021939.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg

Pelaksana Asisten III Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Suriana Taupik, membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia tak lupa memberikan penghargaan  untuk semua pihak yang telah berkontribusi besar dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Kolaka Utara.

Kehadiran Tim Pakar yang terdiri dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (HIMPSI), dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) menjadi harapan dalam menangani stunting. Mereka telah melakukan kajian mendalam dan diseminasi Hasil Audit Kasus Stunting yang menjadi bahan pelajaran berharga bagi semua pihak.

“Kami berkomitmen kuat dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kolaka Utara,” tegas Suriana Taupik. Dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, stunting diartikan sebagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Namun, di acara ini, peserta merasa yakin bahwa bersama-sama akan mengatasi stunting.

Desiminasi dan Rencana Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting (AKS) bukanlah sekadar seremoni belaka, melainkan menjadi tonggak awal dalam perang melawan stunting. Semua peserta berkonsentrasi pada hasil dari Audit Kasus Stunting (AKS), yang menjadi landasan bagi penguatan program dan intervensi spesifik.

“Bersama, kita akan memastikan intervensi tepat sasaran dan waktu, sehingga kasus stunting tidak lagi berulang,” seru Suriana Taupik. Semua pihak sepakat bahwa langkah pencegahan lebih baik daripada mengobati.

Dalam semangat Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 12 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting (RAN-PASTI) di Indonesia tahun 2021-2024, peserta menegaskan prioritasnya untuk menangani stunting dengan tuntas.

Pemerintah juga memberikan dukungan penuh melalui Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nomor 13 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB), membuktikan sinergi dan komitmen dari berbagai sektor/mitra terkait.

Harapan terbesar terletak pada partisipasi semua pihak yang hadir. Mereka meyakini bahwa dengan implementasi intervensi yang maksimal, Kabupaten Kolaka Utara dapat menjadi teladan dalam menurunkan angka stunting. Dengan satu tekad dan semangat juang yang menyala, mereka berjanji memberikan segalanya bagi generasi penerus bangsa.

Pertemuan Desiminasi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Tahun 2023 ini menyiratkan perubahan besar dalam paradigma stunting. Kabupaten Kolaka Utara tak lagi sekadar memerangi stunting, tetapi meletakkan pondasi kuat untuk generasi masa depan yang sehat, berkualitas, dan kompetitif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *