Pendidikan Akhlak Merupakan Pondasi Awal Karakter Anak Muda

Semarang, BuletinNews.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan, akhlak menjadi pondasi awal karakter anak muda. Dengan membentuk akhlak yang baik, anak muda dinilai mampu menjadi pemimpin berintegritas di masa mendatang.

20240310_0703451903232499769021939.jpg
20240310_0703451903232499769021939.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg

Hal itu disampaikan wagub, saat dialog Radio Idola “Semarang Trending Topic”, di Allstay Hotel Semarang, Jumat (26/05/2023). Menurut Gus Yasin, sapaannya, anak muda generasi milenial dan generasi Z masih perlu mendapatkan dampingan. Meskipun kemajuan teknologi sangat mendukung perkembangan kecerdasan, namun di sisi lain karakter yang kuat juga perlu dibangun.

“Saya senang kita tetap memberikan pendampingan. Tetap memberikan karakter akhlak. Banyak orang pintar tapi korupsi, banyak profesor atau macam-macam titelnya, tapi tidak baik kelakuannya. Artinya apa, sebaik-baiknya ilmu adalah yang bisa mengantarkan kita kepada Allah,” kata Gus Yasin.

Kehadiran negara, tambah wagub, adalah membuat kebijakan serta ruang bagi anak muda di Jateng. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menciptakan ruang Hetero Space di Kota Semarang, Surakarta, dan Kabupaten Banyumas. Berbagai program disiapkan pemerintah untuk menampung ide-ide kreatif anak muda.

Selain memberikan ruang kreatif bagi anak muda, papar Gus Yasin, Pemprov Jateng juga terus mendampingi anak muda usia sekolah melalui program Gubernur Mengajar. Menurutnya, hal itu cukup efisien dalam memberikan wawasan berkebangsaan maupun pendidikan karakter secara langsung.

“Bukan hanya Gubernurnya tapi, Wakil Gubernur juga mengajar di sekolahan-sekolahan. Untuk memberikan edukasi-edukasi (karakter),” imbuhnya.

Diakui, penggunaan gawai pada anak muda tak bisa dihindarkan di era sekarang. Namun, pemanfaatan teknologi digital tersebut harus dioptimalkan untuk kegiatan positif. Dia mencontohkan, banyak usaha-usaha yang berkembang melalui internet. Dengan pendampingan yang tepat, lanjut wagub, anak muda bisa menemukan dan merealisasikan gagasan-gagasan mereka, sehingga dapat diketahui secara masif. (Humas Jateng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *