Menggali Isu-isu Keamanan Serta Hukum Dalam Masyarakat Modern

BuletinNews.com – Dalam masyarakat modern yang kompleks dan beragam, isu-isu keamanan dan hukum menjadi perhatian utama yang mempengaruhi stabilitas dan kesejahteraan bersama. Dalam artikel ini, akan menggali beberapa isu-isu penting dalam bidang keamanan dan hukum, serta dampaknya terhadap individu dan masyarakat secara keseluruhan.

1. Kejahatan Siber dan Privasi Digital
Dalam era digital yang terhubung secara luas, kejahatan siber menjadi ancaman serius yang dapat merusak privasi dan keamanan data individu. Serangan peretasan, pencurian identitas, dan penyebaran informasi palsu dapat memiliki dampak yang merusak bagi individu dan institusi.

Berikut beragam serangan siber yang dapat terjadi:
Phising: penipuan online yang berusaha untuk mendapatkan informasi pribadi seperti kata sandi dan nomor kartu kredit.
Serangan ransomware: serangan yang mengenkripsi data dan mengharuskan korban membayar tebusan untuk mendapatkan akses kembali.
Malware: perangkat lunak berbahaya yang dapat merusak sistem dan mencuri data.
Serangan DDoS (Distributed Denial of Service): serangan terhadap server atau jaringan dengan membanjiri lalu lintas, membuatnya tidak tersedia untuk pengguna yang sah.
Serangan Man in the Middle (MITM): mencegat (intercept) komunikasi antara dua pihak yang sah dan mencuri informasi yang sedang ditransmisikan.
Serangan Zero-Day: serangan yang mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak yang belum ditemukan atau dilaporkan kepada pengembang. Serangan ini dapat sangat merusak karena tidak ada pembaruan keamanan yang tersedia.
Serangan terhadap Identitas: mencuri informasi pribadi seseorang, seperti nomor kartu kredit atau data identifikasi, dan menggunakannya untuk tujuan ilegal.
Serangan terhadap aplikasi web: mengeksploitasi aplikasi web untuk mencuri data pengguna atau mendapatkan akses ke server.
Serangan terhadap pemerintah dan infrastruktur kritis: upaya untuk meretas sistem pemerintah atau infrastruktur penting seperti sistem kelistrikan atau air.
Serangan terhadap bisnis: serangan yang menargetkan perusahaan untuk melakukan termasuk pencurian data pelanggan dan kerugian finansial.

Berdasarkan data statistik dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat bahwa telah terjadi 370,02 juta serangan siber terhadap Indonesia pada tahun 2022. Dibandigkan dengan tahun sebelumnya (terjadi 266,74 juta serangan siber), jumlah ini meningkat sebesar 38,72%. Sektor administrasi pemerintahan menjadi target utama serangan siber di Indonesia dengan serangan berjumlah 284,09 juta. Hal ini menunjukkan perlu adanya peningkatan keamanan terhadap perlindungan privasi digital dan penegakan hukum yang lebih efektif menjadi kunci dalam mengatasi tantangan ini.

2. Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan isu yang mendesak yang memerlukan perhatian serius dari sistem hukum dan penegakan keamanan. Perlindungan terhadap korban kekerasan, pencegahan tindak kekerasan, dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan menjadi langkah penting dalam memerangi masalah ini.

Berdasarkan data dari Komnas Perempuan, mencatat jumlah kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2023 sebanyak 289.111 kasus. Meski data ini menunjukkan bahwa angka kekerasan terhadap perempuan mengalami penurunan (55.920 kasus, atau sekitar 12%) dibandingkan tahun 2022. Diperlukan peningkatan perlindungan terhadap korban kekerasan, pencegahan tindak kekerasan, dan penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku kekerasan menjadi langkah penting dalam memerangi masalah ini.

Sementara itu, untuk kasus perlindungan anak. Sepanjang 2023, Indonesia sempat diterpa berbagai berita terkait kasus kekerasan terhadap anak. Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nahar mengemukakan besarnya angka kasus kekerasan terhadap anak menjadi tantangan luar biasa yang perlu diatasi secara komprehensif, baik kekerasan kontak maupun nonkontak di ranah luring dan daring.

Dimana, berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) tercatat pada rentang Januari hingga November 2023 terdapat 15.120 kasus kekerasan terhadap anak dengan 12.158 korban anak perempuan dan 4.691 korban anak laki-laki dimana kasus kekerasan seksual menempati urutan pertama dari jumlah korban terbanyak sejak tahun 2019 sampai tahun 2023.

3. Kejahatan Lingkungan dan Perlindungan Sumber Daya Alam
Kejahatan lingkungan, termasuk illegal logging, perburuan liar, dan pencemaran lingkungan, menimbulkan ancaman terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.

Kejahatan lingkungan memiliki definisi yang multitafsir dan perlu pemahaman lebih. Kejahatan lingkungan dapat didefinisikan sebagai tindakan perampasan atas sumber daya yang dilakukan secara langsung melalui pengaruh kekuatan modal, politik, dan kekuatan dalam suatu badan usaha/pemerintahan yang menimbulkan dan mengakibatkan pengerusakan atau pemusnahan secara terus menerus atas lingkungan hidup dan sumber daya lain serta ancaman terhadap gangguan hidup manusia. Luasnya cakupan kejahatan lingkungan dapat dikategorikan sebagai kejahatan transnasional (transnational crime) maupun kejahatan yang terorganisasi (organized crime). Sebagai contoh perdagangan satwa liar yang turut memindahkan satwa dari suatu daerah ke daerah lain bahkan melintasi batas negara. Tipikal kejahatan tersebut membutuhkan jaringan yang menghubungkan pembeli dengan penjual secara global. Secara umum kejahatan transnasional dan terorganisasi di bidang lingkungan turut menyertakan kejahatan lainnya seperti penggelapan, korupsi, penipuan, penghindaran pajak, hingga pencucian uang, yang terjadi melalui transaksi yang kompleks tanpa memandang batas-batas geografis negara. Aktivitas ilegal ini tidak hanya berdampak pada perusakan lingkungan tetapi juga mengakibatkan kerugian pendapatan negara, beban negara untuk pemulihan kerusakan lingkungan dan menurunnya kepercayaan publik dan wibawa negara.

Olehnya itu perlindungan sumber daya alam dan penegakan hukum yang ketat terhadap pelaku kejahatan lingkungan menjadi kunci dalam melestarikan lingkungan untuk generasi mendatang.

4. Radikalisasi dan Terorisme
Radikalisasi dan terorisme merupakan ancaman global yang mempengaruhi keamanan dan stabilitas dunia.
Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), Pusat penelitian dan pengembangan Kementerian Agama (Puslitbang Kemenag), Kajian Terorisme Universitas Indonesia (UI), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), The Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR), Nasaruddin Umar Office, The Nusa Institute, Daulat Bangsa, dan Alvara Research Institute mencatat, Indeks Potensi Radikalisme pada 2022 sebesar 10 persen atau turun 2,2 persen, dari 12,2 persen pada 2020. Meski demikian penanggulangan radikalisasi, pencegahan terorisme, dan penegakan hukum yang efektif terhadap jaringan teroris menjadi prioritas dalam menjaga keamanan masyarakat dari ancaman ini.

Dalam menghadapi isu-isu keamanan dan hukum yang kompleks ini, kerjasama antara pemerintah, lembaga hukum, masyarakat sipil, dan individu menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan berkelanjutan. Diperlukan upaya bersama untuk memahami, mengatasi, dan mencegah berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjaga keamanan dan keadilan bagi semua.

Melalui pemahaman yang mendalam tentang isu-isu keamanan dan hukum, kita dapat bekerja bersama untuk membangun masyarakat yang lebih aman, adil, dan berdaya. Semoga artikel ini dapat menjadi panggilan untuk refleksi dan tindakan positif dalam menghadapi isu-isu keamanan dan hukum di era modern yang kompleks ini.

Penulis: Andi Hendra

Tinggalkan Balasan