Kanwil Kemenag Jatim: Para Juara MQK Provinsi Dipastikan Akan Mendapatkan Hadiah

Foto: Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Husnul Maram

Surabaya, BuletinNews.com – Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat Provinsi Jawa Timur selesai digelar pada 8 Juni 2023. Ajang ini telah melahirkan para juara yang akan mewakili Jawa Timur pada MQK tingkat Nasional.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Husnul Maram mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan hadiah untuk para pemenang lomba. Hadiah itu belum bisa diberikan sekarang karena anggarannya masih dalam proses pencairan.

20240310_0703451903232499769021939.jpg
20240310_0703451903232499769021939.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg

“Kami sudah siapkan hadiahnya. Hanya anggarannya masih dalam proses pencairan. Nanti pemberian piagam, trofi, dan uang pembinaan kami kirim melalui Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren atau Pendidikan Keagamaan Islam se-Kanwil Kemenag Jatim,” tegas Husnul Maram di Surabaya, Sabtu (10/6/2023).

“Kami sedang berusaha agar proses pencairan ini segera selesai dan hadiah bisa segera didistribusikan,” sambungnya.

MQK tingkat Provinsi Jawa Timur berlangsung empat hari, 5 – 8 Juni 2023, di Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto. Event ini diikuti 1.148 santri, 457 pendamping, 90 Dewan Hakim, 30 Panitera, dan 100 panitia. Seluruh akomodasi, mulai dari tempat acara, penginapan seluruh peserta, hingga konsumsi, dibantu Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.

Malam penutupan MQK Jawa Timur berlangsung meriah. Selain hiburan para santri, ditampilkan juga hafalan Alfiyah Ibn Malik oleh dua kontestan. MQK selanjutnya ditutup dengan tausiyah dan doa dari Prof. DR. KH. Asep Saifudin Halim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *