Hadiri Talk Show, Kepala DPMPTSP Kota Kendari Paparkan Penggunaan Transaksi Digital

Kendari, BuletinNews.com – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kendari Maman Firmansyah menjadi narasumber dalam Talk Show Sulawesi Tenggara (Sultra) Meambo yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Sultra di The Park Kendari, Jalan Brigjend M Yoenoes, Kecamatan Kadia, Kamis (10/8/2023).

20240310_0703451903232499769021939.jpg
20240310_0703451903232499769021939.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg

Dalam talk show tersebut Maman Firmansyah menyebut, Kota Kendari saat ini tengah konsen dan fokus untuk menerapkan transaksi digital atau Quick Response Indonesian Standard (QRIS) yang saat ini sudah lumayan banyak digunakan oleh para pedagang sebagai pengganti uang tunai.

Transaksi digital ini, kata dia, juga bagian dari ekosistem keuangan di Kota Kendari. Terlebih hingga saat ini Kota Kendari masih menjadi Pemerintah Daerah (Pemda) digital satu- satunya di Sultra.

Selain itu, transaksi digital juga dituangkan dalam Peraturan Wali Kota Kendari Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, bahkan perpajakan yang juga menetapkan konsep digitalisasi atau e-Pajak.

“Online sistem ini kalau dari sisi pajak, memang di awal ini mempromosikan ini susahnya minta ampun. Tapi kita pemerintah terus berusaha, Alhamdulillah dan sekarang transaksi online di lanjutkan oleh Ibu Satria dengan progres yang cepat,” jelasnya.

Disisi lain transaksi non tunai atau online ini juga berfungsi untuk mencegah kecurangan, khususnya pada perpajakan dan retribusi daerah. Untuk itu kata Kepala DPMPTSP menyebut pemungut Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Kendari saat ini telah beralih dari tunai ke nontunai.

Lanjutnya, Pemkot Kendari juga telah bekerjasama dengan sejumlah pihak swasta maupun BUMN untuk menyukseskan layanan transaksi non tunai tersebut.

“Terkait implementasi, pemerintah sudah menjalankan kerjasama dengan pihak swasta, Bank Indonesia termasuk fasilitasi dengan menyiapkan QRIS di warung-warung,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *