oleh

Belum Mengantongi Izin Tersus, DPRD Kolaka Diminta Keluarkan Rekomendasi Pemberhentian Sementara Aktivitas PT AMI

Namun penjelasan pihak Syahbandar Pomalaa belum dapat memberikan dasar yang kuat terhadap permberian izin berlayar PT AMI.

Lanjut Rahmadan, jika Ia dan para mahasiswa yang lain tidak anti terhadap aktivitas pertambangan PT.AMI, akan tetapi mereka tidak ingin adanya diskriminasi dalam penegakan aturan,

“Kami hanya meminta PT. AMI di hentikan sementara, Kami sebenarnya  justru sangat senang dengan adanya pertambangan yang dapat memberikan manfaat, akan tetapi harus dilakukan sesuai aturan yang ada, dan tidak ada diskriminasi dalam penegakan aturan,” tuturnya.

Sementara itu pihak, PT AMI yang diwakili Naja menjelaskan,  jika pihaknya sudah melakukan pengajuan perizinan terminal khusus.

“Kami sudah melakukan pengajuan izin Tersus sebagaimana persayaratan yang telah ditetapkan oleh peraturan yang ada,” katanya.

Setelah mendengarkan penjelasan pihak PT AMI dan Syahbandar Pomalaa, para mahasiswa mendesak agar pihak DPRD Kolaka, mengeluarkan rekomendasi Pemberhentian sementara dan rekomendasi kepada pihak Syahbandar agar tidak mengeluarkan izin berlayar sebelum pihak perusahaan mengantongi izin Tersus.

“Kami tidak akan meninggalkan gedung DPRD jika  tidak ada hasil hari ini, ini sudah berlarit-larut olehnya itu saat ini kami minta pihak DPRD mengeluarkan Rekomendasi, dan kami tunggu,” tutup Ramadhan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed