64 TPS di Sulawesi Selatan Lakukan Pemungutan Suara Ulang

Bone, BuletinNews.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum- Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menyatakan Sulawesi Selatan (Sulsel) termasuk salah satu daerah yang banyak melakukan pemungutan suara ulang (PSU). Dalam pantauan supervisi, dia melihat salah satu faktor ada kebingungan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dalam memperlakukan pemilih.

20240310_0703451903232499769021939.jpg
20240310_0703451903232499769021939.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
screenshot_2024-03-13-15-23-58-04_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc444026700250295534.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
wp-17123344046114216684495033349853.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg
screenshot_2024-04-07-04-30-50-24_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc253417445424795575.jpg

Hal ini Lolly maksudkan, terkait mengarahkan pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK). Sehingga dia menyatakan terdapat pencoblosan dua kali/lebih dari sekali.

“Dalam pemantauan Bawaslu,masih terdapat kebingungan bagaimana teman-teman KPPS memperlakukan DPTb, DPK sehingga hal hal semacam ini seharusnya tidak terjadi malah terjadi. Ini memang menjadi perhatian,” tegas Lolly di Bone, Sulsel, sebagaimana dikutip dari laman resmi Bawaslu RI, Sabtu (24/2/2024).

Tidak hanya itu, Lolly menyatakan dugaan pelanggaran di Sulsel ini pun beragam mulai dari pelanggaran administrasi sampai pidana bahkan pelanggaran etiknya. Dalam prosesnya, dia menyatakan jajaran tengah melakukan collect data supaya data yang sampai ke pusat adalah data yang real terjadi dan akurat.

“Ini jadi evaluasi keseluruhan di jajaran kami salah satunya berkenaan dengan potensi PSU yang tinggi karena ada hal teknis yang belum terlalu kuat diserap oleh teman-teman KPPS,” kata dia.

Lolly juga menegaskan jajaran pengawas perlu memastikan seluruh proses PSU berjalan dengan tidak ada kesalahan sekecil apapun, mengingat sama sama tau PSU hanya boleh satu kali. Maka dia menyatakan seluruh tata cara prosedur mekanisme tidak boleh ada yang keliru, maka mulai dari PTPS yang melakukan pengawasan, PKD Panwascam bahkan Kabupaten Kota Provinsi harus tanggungjawab untuk memastikan semuanya berjalan lancar.

“Dari pantauan prosesnya sejauh ini berjalan baik, doakan saja proses selesai dan bisa masuk rekapitulasi tingkat kecamatan. Kami jajaran Bawaslu dan mitra kerja memastikan tidak ada kekeliruan yang menciderai proses PSU,” jelas Lolly.

Pantauan ini dilakukan Lolly pada saat memantau PSU di TPS 015 dan 016 di Kecamatan Tanete Riattang Timur dan satu TPS di Kecamatan Kajuara yang ada di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dengan alasan PSU beberapa pemilih memberikan suaranya lebih dari satu kali. Dilanjutkan memantau PSU di Kabupaten Sinjai, dengan jumlah 6 TPS yang tersebar di 4 TPS di kecamatan Sinjai utara, 1 TPS di kecamatan Sinjai timur, 1 TPS di kecamatan Sinjai Selatan.

Untuk diketahui, Provinsi Sulsel mengadakan PSU untuk 64 TPS yang tersebar di 19 Kabupaten/Kota. Selain memantau PSU, Lolly juga memberikan santunan kepada dua orang PKD yang meninggal di Bone, Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *